Peraturan kampus dan kebebasan berpikir mahasiswa
Judul diatas kayaknya serius banget ya. Padahal hal yang akan saya bahas ini masalah sederhana sebenarnya. Namun…walaupun sederhana, menurutku hal ini penting untuk diperhatikan.
Dulu waktu saya masih mahasiswa, universitas tempat saya belajar mewajibkan semua siswa untuk memakai kemeja dan sepatu selama mengikuti jam perkuliahan. bahkan ada dosen mata kuliah tertentu yang mewajibkan siswa memakai baju resmi seperti lengan panjang plus dasi, sepatu resmi atau blazer. Peraturan itu memang mengurangi kepraktisan berpakaian. Tapi peraturan itu tidak terlalu menjadi masalah buat para mahasiswa…walaupun…ada beberapa mahasiswa yang keberatan dan memilih membangkang dengan memakai kaos oblong (T-shirt) dan sandal ke kampus. Bahkan ada juga yang pakai sandal jepit selama kuliah……mungkin orang tuanya tergolong masyarakat lapisan ekonomi tingkat underground….atau mungkin kakinya mengalami pembengkakan menahun sampai2 tidak ada lagi sepatu yang cukup untuk mbungkus kakinya huehehehehehe.
Beberapa hari lalu, saya melihat sebuah forum dalam internet yang kebetulan jadi ajang tukar pikiran mahasiswa sebuah universitas negeri di Malang. Dalam forum itu mereka melontarkan opini dan komentar terhadap peraturan kampus yang membatasi cara berpakaian siswa. Hampir semua anggota forum anti dengan peraturan itu. Kebanyakan dari mereka berpendapat, "Buat apa kampus ngurusin pakaian kita. Gimanapun otak lebih penting. Kepandaian ga ada hubungannya dengan pake sepatu atau ga."……..begitu kira2 mereka unjuk pendapat. Bahkan ada yang extremely berkata bahwa para pemimpin kampus adalah orang2 bodoh yang kerjanya mengurus hal-hal yang tidak perlu.
Bila kita lihat lebih jauh dengan pikiran yang positif, pendapat mereka memang ada benarnya. Orang berpakaian bagus dan rapi belum tentu pintar dan orang pintar tidak harus berpakaian rapi. Intinya…tidak ada korelasi antara perkembangan intelektual dan cara berpakaian. Para mahasiswa juga bukan anak kecil lagi yang harus diajari cara memadu pakaian dan jenis pakaian apa yang harus dikenakan.
Namun…
Ketika kita dilahirkan…kita hadir dalam keadaan telanjang. Seiring bertambahnya usia kita semakin " berpakaian". Begitu juga dengan siswa…ketika menginjak bangku sekolah dasar kita diwajibkan memakai celana pendek…di jenjang sekolah menengah atas kita memakai celana panjang, bahkan ada yang mengenakan rompi. Ketika sudah jadi mahasiswa…masa mau pake celana pendek lagi..masa mau pake sandal lagi…atau pake celana jeans butut yang lobangnya lebih dari 3. Orang jawa bertutur," Opo ora isin?" (Apakah tidak malu)
Pakaian yang rapi dan sepatu memang tidak menentukan kadar intelektulitas mahasiswa, tetapi jelas-jelas menentukan image dan tingkat prestige seseorang. Semua profesional tahu betul bahwa image tidak mendeskripsikan kualitas seseorang, tetapi jelas-jelas menentukan apakah proposal mereka akan menjadi sebuah proyek besar atau hanya setumpuk kertas yang tak berguna. Berhubungan dengan hal ini, seorang mahasiswa hendaklah tidak merendahkan image-nya sebagai anggota kaum cendikia dengan memakai kostum yang kurang tepat.
Mungkin setelah membaca karya saya ini akan ada yang menyahut,"Terus bagaimana dengan Bob Sadino?Dia profesional tapi pake celana pendek tuh!"
Jawabnya gampang…dia itu orangnya eksentrik. Orang-orang eksentrik termasuk dalam pengecualian. Dia lain dari yang lain dan jumlahnya juga cuma sedikit. Saya rasa fakta tersebut tidak bisa menjadi tolak ukur.
Banyak ilmuwan dan penulis menyampaikan dalam buku mereka bahwa apa yang diajarkan pada, dialami dan dilakukan oleh seorang dari kecil hingga menginjak dewasa akan menjadi apa yang dia lakukan hingga akhir usia. Dalam sebuah film produksi Hollywood juga ditunjukkan bahwa seorang anak yang dilatih seni bertarung dari kecil…menjadi seorang petarung hebat ketika dewasa. Bila dalam perjalanan menuju dewasa kita terus menerus mengenakan kaos oblong, jeans robek dan sandal jepit……kira kira seperti apa kita nantinya? Kita semua punya kebebasan berpikir untuk menjawab pertanyaan ini.
Akhir kata…tulisan ini saya susun tidak untuk mencaci, menghina atau mendiskreditkan siapapun. Saya berharap tulisan ini bisa menjadi bahan renungan kita bersama. Saya juga berharap apa yang saya tuliskan dapat menjadi kontribusi untuk kehidupan yang lebih baik. Terima kasih…thanks a lot for reading…. ^_^
April 11th, 2007 at 3:05 pm
ck ck… serius amat membahasnya, yo-chan? hehe… or shall i say ‘yo-sensei’? :p. eniwei… di sini semua berbaju sesuka hati di kampus… tapi honestly… ga ada juga sih yang pake baju butut2 di sini… meskipun cuek, tapi terlihat rapi. Ga ada yang terlalu seksi2 amat… dingin, gile! hehe… cewek2 cuma pake baju seksi kalo mo clubbing. malah ada kecenderungan, cowok2 belanda seneng pake jas untuk kuliah. Lagi tren. Keliatan cakep sih, kayak eksekutif muda gituh hahaha… siapa sih yang bakal melirik cowok ‘kumuh’… gitu kali dasar pemikirannya. Bener juga sih… hmmm…
April 11th, 2007 at 3:06 pm
ck ck… serius amat membahasnya, yo-chan? hehe… or shall i say ‘yo-sensei’? :p. eniwei… di sini semua berbaju sesuka hati di kampus… tapi honestly… ga ada juga sih yang pake baju butut2 di sini… meskipun cuek, tapi terlihat rapi. Ga ada yang terlalu seksi2 amat… dingin, gile! hehe… cewek2 cuma pake baju seksi kalo mo clubbing. malah ada kecenderungan, cowok2 belanda seneng pake jas untuk kuliah. Lagi tren. Keliatan cakep sih, kayak eksekutif muda gituh hahaha… siapa sih yang bakal melirik cowok ‘kumuh’… gitu kali dasar pemikirannya. Bener juga sih… hmmm…
May 3rd, 2007 at 12:38 pm
Hmmm..I couldn’t agree more. hehe..walaupun di kampus dulu ak termasuk penduduk dengan pakaian yg less decent. sandal jepits, kaos dan celana jeans bututs. Kalo lola di Belanda bilang cowo disana pakaiannya rapi2 en jas2. beda banget sama disini. di US, ak baru ke 2 universitas sih.. he he. mahasiswa/wi-nya bener2 berpakaian sesuka hati. celana pendek, tees, and flip flops. Emang ngga semua sih, tapi jarang ada yg berpakaian rapi apalagi jas, kecuali mahasiswa dari India..he he. Emang sih disini panas, springnya aja hot, apalagi summer. Tapi during the winter juga mereka kadang masih ‘maksain’ pake baju minim, yg sering mengundang pikiran2 yg ga bener..ha ha. Itu di Arizona, ngga tau kalo di negara bagian lain..